Sebelumnya saya pernah cerita tentang finishing HPL. Finishing ini adalah jenis finishing kayu dengan sistem tempel. Finishing ini cukup sering saya pakai karena relatif cepat diaplikasikan dan pilihannya motifnya banyak.

Beberapa klien sering tanya:

1. Kuat gak? – Kuat selama pemakaian furniturenya normal-normal aja, gak dibanting atau dilempar.

2. Tahan air? – Dibanding decosheet yang juga sistem tempel, HPL lebih tahan karena lebih tebal dan bahan utamanya resin emang tahan air. Kalau kena percikan cairan sebaiknya segera di lap.

3. Harganya? – Variatif. Untuk satu merk HPL saja bisa berbeda-beda tergantung jenis. Antara 90 ribu sampe 600 ribu rupiah per lembar.

HPL dijual lembaran seperti ukuran tripleks 122 x 244 cm. Merk-nya macem-macem seperti Winston Best, TACO HPL, Grass Merino, dan banyak lagi.

Cara aplikasi HPL sebagai finishing sebenarnya susah-susah-susah, gampang. Proses memotong, mengelem, memasang, menghaluskan itu merupakan satu skill tersendiri. Ketelatenan tukang diperlukan disini.

Banyak tukang yang bisa, tapi yang rapi sangat sedikit. Nanti kalau saya punya waktu seharian (cie sibuk..) di workshop saya bikin foto-foto tutorial cara pasang HPL beserta alat-alat yang dibutuhin.

Nah, saat menggunakan finishing HPL kita tidak boleh melupakan yang namanya Edging. Ini adalah pelengkap yang membuat finishing makin rapi. Edging biasanya dipakai pada pinggiran pintu, laci, top table, dll. Bahan edging adalah plastik seperti PVC.

Edging yang baik adalah yang motif dan warnanya mirip/persis dengan HPL yang digunakan. Ini supaya tidak muncul kesan belang. Tapi.. terkadang sebuah merk tidak mengeluarkan edging yang sama persis dengan HPL yang mereka produksi. Kalau sudah begini, kita biasanya menggunakan HPL yang dipotong tipis sebagai edging, atau tetap menggunakan edging yang dirasa semirip mungkin dengan warna HPL.

Okeh cukup tentang HPL-nya. Tulisan berikut bakal nunjukin alat & cara aplikasi HPL. Sering-sering aja maen ke blog ini. ;)

Cheers.