Okay, sesuai janji, kali ini saya akan menceritakan jenis finishing kedua yang sering kami kerjakan, yaitu HPL.

HPL atau High Pressure Laminate adalah bahan pelapis yang digunakan sebagai lapisan paling atas (paling depan) furniture kayu. Penggunaannya langsung ditempel ke permukaan kayu. Saya biasa memakai lem Fox karena sudah pas dengan tingkat kekentalannya.

Yang perlu diperhatikan dalam proses aplikasi HPL adalah di bagian sudut furniture. Bisa menggunakan lapisan edging, atau bisa juga menggunakan HPL tersebut. Satu lagi, karena pada bekas potongan HPL selalu berwarna hitam, maka saya biasanya menutup bekas potongan tadi memakai cat yang warnanya semirip mungkin dengan warna dominan di HPL itu.

KEUNGGULAN HPL:

  • Furniture yang menggunakan finishing HPL tidak memerlukan tukang khusus finishing, cukup tukang kayu saja. Tukang kayu seperti saya *ehm* wajib untuk menguasai teknik penempelan ini.
  •  Warna dan motif furniture akan sama, tidak beresiko belang-belang seperti jika menggunakan finishing cat duco.
  • Memiliki banyaakkk sekali jenis, mulai dari motif kayu, warna solid, metalik, hingga motif seperti marmer dan granit. Saya dan konsumen bisa bebas berkreasi ingin seperti apa tampilan furniturenya.
  • Pemakaian HPL lebih cepat selesai dibanding dengan finishing spray.
  • Cocok untuk furniture dengan tampilan yang modern dan minimalis. *Sesuai trend saat ini

Berikut contoh-contoh motif HPL, di pasaran masih banyak banget motif lain..

KEKURANGAN HPL:

  • Tampilan HPL tidak semewah Cat Duco
  • Dibanding Decosit, HPL sedikit lebih mahal.
  • Apalagi ya? Yaa tukangnya harus jago motong bagian edging dan sudut2, supaya rapi. memotongnya juga harus pakai pisau khusus supaya tidak bergerigi di pinggirannya. Jago, rajin, sabar, teliti. Jangan buru-buru, demi kepuasan konsumen.
  • Bagian edging harus difinishing lagi.

Okay, ini tulisan kedua tentang finishing. Semoga ada yang berminat sharing pengetahuan disini.